Terus Dihantam Kampanye Negatif, Golkar Diprediksikan Menangi Pemilu

Rabu, 2 April 2014

DEKANDIDAT.COM – Meskipun Sang Ketua Umum, Aburizal Bakrie (ARB), terus digempur kempanye negatif seputar kepergiannya ke Maladewa bersama artis kakak beradik Marcella – Olivia Zalianti, namun jika Pemilu 2014 dilakukan hari ini, Partai Golkar akan tampil sebagai pemenangnya.

Demikian hasil survei terkini yang dirilis Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Rabu (2/4) siang, di kantor LSI, Gedung Rajawali, Rawamangun, Jakarta Timur.

“Sejak beberapa pekan terakhir ini, Partai Golkar terus dihantam kampanye negatif melalui pemberitaan Aburizal Bakrie bersama dua orang artis kakak beradik dan rombongan. Namun nyatanya, kalau Pemilu diadakan hari ini, Golkar tetap akan keluar sebagai pemenangnya dengan meraih 21,9 persen suara, disusul PDIP (21,1 persen), Gerindra (11,1 persen), dan Demokrat (7,6 persen),” kata Peneliti Senior LSI, Aji Alfaraby, Rabu, saat membedah hasil survei LSI yang diberi tajuk ‘Kampanye Negatif dan Prediksi Pileg 2014′.

Adapun partai lainnya adalah PKB (5,9 persen), PKS (5,2 persen), Hanura (4,5 persen), NasDem (4,3 persen), PPP (3,4 persen), PAN (3,0 persen), PBB (0,9 persen), dan PKPI (0,5 persen). Sedangkan 10,6 persen suara lainnya, masih belum memutuskan pilihan.

Dijabarkan, Partai Golkar menjadi parpol yang paling sering dihantam kampanye negatif.

Partai lain yang mendapatkan serangan kampanye negatif berikutnya adalah PDI Perjuangan, melalui isu Pengingkaran Perjanjian Batu Tulis, Isu Korupsi Pembelian Busway, dan Ingkar Janji Jokowi Memimpin Jakarta Selama 5 Tahun.

Partai Gerindra dihantam kampanye negatif melalui isu masa silam Ketua Dewan Pembinanya, Prabowo Subianto, terkait kasus penculikan aktivis 98.

Sementara Partai Demokrat diserang oleh mantan kadernya, Anas Urbaningrum, yang belakangan terus mencicil serangan terhadap mantan partainya soal penggunaan dana Bank Century, Kasus Hambalang, dll.

LSI juga mendapatkan fakta mengejutkan bahwa mayoritas publik, sebanyak 64,2 persen, ternyata sangat setuju dengan adanya kampanye negatif saat kampanye Pemilu.

“Ternyata 64,2 persen sangat setuju dengan adanya kampanye negatif. Tujuannya adalah untuk pembelajaran politik.” tambah Aji.

Publik yang tak setuju dengan adanya kampanye negatif hanya 20,5 persen, netral (12,5 persen), dan yang tak tahu sebanyak 2,8 persen.

kinoy jackson