Kudeta Militer Jangan Sampai Terjadi di Indonesia

Kamis, 30 Januari 2014

DEKANDIDAT.COM – Ketika sejumlah parpol kebakaran jenggot menyusul penetapan Pemilu serentak oleh Mahkamah Konstitusi (MK), Partai Hanura justru mengaku biasa-biasa saja. Pasalnya, sejak jauh-jauh hari partai pimpinan Jenderal Wiranto tersebut sudah bisa membaca gelagat.

“Kalau dibilang kaget, Hanura sepertinya tidak. Sebab sejak jauh-jauh hari kami sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi kondisi seperti ini,” tandas Sarbini, caleg DPR RI Partai Hanura dari dapil Jakarta 3.

Dijelaskan, Wiranto selaku ketua umum Hanura, sudah melihat adanya pelanggaran terhadap UUD 45, sehingga mereka mempersiapkan diri seperti sekarang.

Namun dia berharap, kekisruhan seputar keputusan MK yang menetapkan pemilu Serentak pada 2019 tidak berimbas pada kerusuhan massal. Pasalnya, kerusuhan hanya akan menimbulkan banyak kesengsaraan untuk seluruh rakyat Indonesia.

“Yang lebih parah lagi, kalau nantinya kerusuhan tersebut berbuntut pada kudeta militer. Dari berbagai pengalaman yang terjadi di beberapa negara, begitu terjadi kudeta militer, maka hal tersebut akan berulang.”

“Kita bisa melihat dari Thailand, Myanmar, dan negara lain yang kerap terjadi kudeta milter. Rakyatnya menjadi sengsara menyusul keamanan di dalam negeri yang tak terjamin.”

Kalau buntut-buntutnya pada penyelenggaraan Pemilu, untuk mencari sosok pimpinan baru, kudeta militer akan membuat perpecahan di negara bersangkutan.

“Khusus untuk Indonesia yang merupakan negara kepulauan, target NKRI sebagai harga mati, seperti bakal sulit terwujud, jika Indonesia mengalami kudeta militer,” tegasnya.

Dengan kondisi negara yang serba tak menjamin, rakyat Indonesia yang tinggal terpecah-pecah, besar kemungkinan akan berpikir berpisah dengan NKRI.

“Ini jangan sampai terjadi,” pintanya.

kinoy jackson