SSSG Prakarsai Peluncuran Buku Tan Malaka

Jumat, 24 Januari 2014

DEKANDIDAT – Bekerjasama dengan Yayasan Pustaka Obor Indonesia, Soegeng Sarjadi School of Government (SSSG), meluncurkan buku Tan Malaka yang diberi judul ‘Jejak Tan Malaka di Republik Muda’, Kamis, di Wisma Kodel, Jakarta.

Hadir sebagai pembicara penulis buku Tan Malaka, Harry Poeze, Ph.D,  sejarahwan LIPI, Dr. Asvi Warman Adam, dan sejarahwan dan pemred Majalah Historia, Bonnie Triyana, dengan moderator Fadjroel Rahman.

Menurut Asvi Warman Adam, Tan Malaka, tidak berhasil membesarkan Partai Murba karena ia meninggal tiga bulan setelah Partai itu didirikannya pada tanggal 7 November 1948. Tan Malaka ditembak di Kediri pada 21 Februari 1949.

“Seyogianya sisa jenazah Tan Malaka dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan sebagai bentuk penghargaan kepadanya sebagai pahlawan nasional. Pemindahan ini juga merupakan pengakuan bersalah selama 30 tahun pemerintahan Orde Baru menghilangkan nama Tan Malaka dalam daftar pahlawan yang diajarkan di sekolah,” kata Asvi.

Sementara itu Bonnie Triyana mengatakan, tidak begitu penting apakah makam Tan Malaka dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Kalibata atau tidak.

“Yang lebih penting adalah bagaimana membuat  tulisan Pak Poeze ini dibuat dengan format yang lebih gampang dimengerti untuk diajarkan di sekolah-sekolah,” ujar pemred Majalah Historia itu.

Diskusi buku Tan Malaka ini juga akan digelar di beberapa kota, seperti Bandung, Surabaya, Jember, Malang, Solo, dan Salatiga.

Sedangkan Harry Poeze Ph D mengatakan,  masih banyak kejadian yang harus diungkap seputar tokoh itu.

“Tan Malaka adalah tokoh Politik yang jauh lebih brilian dan konsisten dibanding tokoh politik di Indonesia saat ini,” tuturnya.

Buku yang merupakan rangkaian terjemahan dari bahasa Belanda, “Verguisd en Vergeten: Tan Malaka, de linkse beweging en de Indonesische Revolutie, 1945-1949”, menyusul ke tiga jilid sebelumnya yang melingkupi pergumulan Gerakan Kiri. Jilid 1: Agustus 1945 – Maret 1946, Jilid 2: Maret 1946 – Maret 1947, dan Jilid 3: Maret 1947 – Agustus 1948. Sedang Jilid 4 mencaku antara September 1948 sampai Desember 1949.

Ang Jasman