Mahfud Kaget, Bekas Ruang Karaokenya Jadi Tempat Uang Korupsi

Selasa, 14 Januari 2014

JAKARTA –  Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, bukan main kagetnya ketika KPK menyebutkan kalau bekas ruang karaoke yang dibangunnya beberapa waktu lalu, ternyata dijadikan oleh Akil Mochtar sebagai tempat menyimpan uang hasil korupsi.

“Yang mengagetkan bagi saya justru ternyata uang-uang Akil disimpan di tembok-tembok ruang karaoke saya dulu. Soalnya, saya kan dulu punya ruangan karaoke di Widya Chandra itu. Nah, sekarang tembok-temboknya itu dijadikan tempat simpan uang,” kata Mahfud, Senin malam, usai diperiksa KPK sebagai saksi.

Seperti diketahui, ketika masih menjadi ketua MK, Mahfud MD, menempati rumah dinas di Jalan Widya Candra III Nomor 7, Jakarta Selatan.

Setelah masa tugasnya berakhir, rumah tersebut pun ditinggali oleh Akil Mochtar sebagai ketua MK yang baru.

Ia menjelaskan, awalnya penyidik KPK menanyakannya apakah ia mengetahui adanya ruang karaoke di Widya Chandra. Mahfud menjawab, ruangan itu dibangun olehnya.

Menurut Mahfud, uang di balik tembok itu telah disita KPK. Namun, ia mengaku tak tahu jumlah uang yang disimpan Akil di ruang karaoke itu.

“Enggak tahu, saya enggak tanya dan enggak pengin tahu juga. Sudah tahu uangnya (Akil) lebih dari Rp 100 miliar, sudah cukup bukti,” tegasnya.

“Gila itu kayak Presiden Tunisia Ben Ali. Presiden Ben Ali kan uangnya disimpan di lemari perpustakaan. Akil gitu juga, tapi di ruang karaoke,” ujarnya.

kinoy jackson