LIPI: Indonesia Masih Hadapi Masalah Kepemimpinan Akut

Selasa, 31 Desember 2013

JAKARTA – Pengamat politik LIPI, Siti Zuhro menilai, hingga saat ini  Indonesia masih menghadapi masalah kepemimpinan yang cukup akut. Walhasil,  Pemilu 2014 diharapkan bisa menelurkan pemimpin bangsa yang bertipe pencipta solidaritas dan administrator.

“Indonesia memerlukan pemimpin nasional yang memiliki visi, misi, program yang jelas untuk memajukan bangsa dan negara serta mampu bertindak sebagai administrator dan juga bertipe pencipta solidaritas,” kata Siti Zuhro, di Jakarta.

Apalagi Indonesia memiliki karakteristik pluralitas lokal yang diwarnai dengan keragaman, baik di bidang etnik, suku, agama, budaya, maupun bahasa di tingkat lokal.

Sebagai negara kepulauan, tidaklah mudah untuk memaksakan nilai-nilai keseragaman atau uniformitas yang diterapkan di tingkat lokal, sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa. Undang-undang ini sarat dengan kebijakan penyeragaman yang berlangsung selama pemerintahan Orde Baru.

“Tak pelak, budaya lokal kurang berkembang pesat dan proses pertumbuhan kepemimpinan lokal juga terhambat.”

Melemahnya peranan sistem kepemimpinan tradisional tersebut, berpengaruh terhadap sulitnya menemukan pemimpin yang mampu mewujudkan keinginan dan kepentingan rakyat.

“Akibatnya, berbagai konflik sosial yang terjadi di tingkat lokal, baik antardesa maupun antarpenduduk, tidak dapat diselesaikan secara tuntas. Dalam keadaan seperti ini moral untuk saling percaya (mutual trust) menjadi meredup di tengah kehidupan masyarakat yang makin memburuk.”

kinoy jackson