Sepanjang 2013, Polisi Bunuh Diri Naik 300 Persen

Jumat, 27 Desember 2013

JAKARTA – Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, jumlah polisi yang mati bunuh diri naik hingga 300 persen (7 kasus). Pada 2011 hanya ada satu polisi yang bunuh diri, sementara pada 2012 (2 kasus).

Menurut Indonesia Police Watch (IPW), maraknya kasus bunuh diri yang dilakukan anggota Polri menjadi sebuah peristiwa yang sangat memprihatinkan.

“Sebab dari waktu ke waktu trennya menunjukkan peningkatan,” ujar Ketua Presidium IPW Neta S Pane, Jumat, di Jakarta.

Neta mensinyalir, sebagian besar kasus bunuh diri terjadi akibat persoalan rumah tangga. Dari kasus bunuh diri yang dilakukan anggota Polri ini terlihat betapa beratnya beban psikologis seorang polisi jajaran bawah. Tekanan tugas di lapangan cukup berat. Kadang harus 24 jam berada di lapangan.

Dalam kondisi seperti ini tak jarang mereka harus memenuhi ambisi atau obsesi atasan, dengan target-target yang cukup berat, yang jika tidak terpenuhi terkadang membuat mereka dikucilkan. Ironisnya, meski sudah bekerja keras sulit sekali bagi mereka untuk bisa mengikuti pendidikan dalam rangka kenaikan pangkat. Di sisi lain gaji yang mereka terima sangat kecil dibandingkan dengan tingginya kebutuhan hidup.

“Sejumlah polisi sering kali mengeluhkan hal ini kepada IPW. Kerja keras yang tak kenal waktu dengan gaji yang kecil ini, menurut mereka kerap kali membuat konflik di rumah dengan sang istri. Hal ini dikarenakan tuntutan hidup yang cukup besar belakangan ini,” ujarnya.

Fenomena ini, seharusnya dicermati para polisi yang menjadi atasan langsung. Saat ada bawahannya yang mulai menunjukkan tanda-tanda depresi karena berbagai tekanan, langsung diatasi, saran Neta.

kinoy jackson