Lamting dkk Prihatin Taekwondo Gagal Raih Emas SEA Games

Kamis, 26 Desember 2013

JAKARTA – Legenda taekwondo Indonesia, Lamting, prihatin dengan kegagalan cabang Taekwondo meraih medali emas di SEA Games 2013, Myanmar. Dari target tiga medali emas, Indonesia hanya meraih tiga perak dan tujuh perunggu.

”Dengan waktu tiga tahun, sudah lebih dari cukup untuk mengetahui kekuatan timnas dan lawan yang bakal dihadapi di SEA Games Myanmar. Jadi tak usah mencari-cari alasan sebagai alat pembenaran,” kata Lamting, penyandang DAN VII Kukkiwon, Kamis, di Jakarta.

Seperti diketahui, pada SEA Games 2011 di Indonesia, taekwondo Merah Putih berhasil menyumbangkan enam medali emas.

“Kegagalan Indonesia di Myanmar menjadi tanggung jawab kepala pelatnas dan pelatih,” tambahnya.

Dia menilai, tim yang diberangkatkan jelas tidak berdasarkan seleksi yang benar.

“Kalau pola rekrutmen atletnya sesuka hati para pelatih, hasilnya begini. Sudah terlalu banyak kepentingan di pelatnas,” tegasnya.

Rasa prihatin juga dilontarkan mantan taekwondoin nasional yang juga aktor laga, Joseph Hungan.

”Di SEA Games lalu kita meraih enam emas, kok sekarang jadi nol?” tanya Joseph Hungan kecewa.

Ia mengatakan, saat dirinya ditunjuk sebagai manajer Timnas SEA Games 2011, persiapan tim taekwondo ditandai dengan berdirinya Yayasan Universal Taekwondo Indonesia (YUTI) yang digagas oleh Grand Master Lioe Nam Khiong.

Ketika itu PB TI dan YUTI dapat bersinergi dan membuahkan hasil yang luar biasa dengan meraih  enam medali emas, masing  dari poomsae (3) dan kyorugi (3).

”Saat itu  GM Lioe Nam Khiong menjadi tokoh penting dibalik suksesnya tim Taekwondo pada SEA Games 2011,” kata Joseph Hungan.

Sementara itu Grand Master Lioe Nam Khiong enggan berkomentar banyak soal kegagalan cabang taekwondo di Myanmar.

“Silahkan anda tanya ke PB TI,” ujarnya singkat.

kinoy jackson