Publik Dambakan Capres Laki-laki

Minggu, 22 Desember 2013

JAKARTA – Bila Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, kembali berniat mencapreskan diri, sepertinya dia harus berpikir panjang lagi. Pasalnya berdasarkan survei yang dilakukan Pol-Tracking, mayoritas publik mendambakan calon presiden berjenis kelamin laki-laki.

“Hanya sedikit masyarakat yang menginginkan capres mendatang adalah perempuan. Sebagian besar dari mereka justru mendambakan capres dari jenis kelamin laki-laki,” tandas Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute, Hanta Yuda, Minggu, di Jakarta.

Tak kurang dari 66 persen responden menginginkan calon presidennya berkelamin laki-laki, 4 persen menginginkan calon presiden perempuan, dan 27 persen responden tak mempermasalahkan jenis kelamin calon presiden yang diusung, lanjutnya.

“Masih ada juga 34 persen pemilih yang menyatakan suku atau etnies mempengaruhi pilihan capres mereka.”

Menyinggung soal cocok capres, Hanta Yuda mengatakan, peluang Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakrie, untuk  memenangkan Pilpres 2014 sangat terbuka lenar. Dengan catatan, Joko Widodo tak ikut ambil bagian pada Pilpres tersebut.

“Kalau pak ARB (Ical) mau menang, Jokowi jangan maju,” tambahnya.
Survei Pol-Tracking menyebutkan, jika tanpa Jokowi, elektabilitas Ical mencapai 17,04 persen. Kemudian disusul Prabowo Subianto (15,75 persen),  Megawati Soekarnoputri (11,21 persen), dan Wiranto (10,12 persen).

Pol-Tracking melakukan surveinya pada 13 September – 11 Oktober 2013 secara serempak di 33 provinsi di seluruh Indonesia. Jumlah responden yang dijadikan sampel mencapai 2.010 orang dengan usia minimal 17 tahun. Wawancara dilakukan secara tatap muka dan kuisioner. Margin of error diklaim sebesar sekitar 2,19 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

kinoy jackson