Pengacara Minta Atut Dapat ‘Ruang Khusus’

Sabtu, 21 Desember 2013

JAKARTA – Sia-sia saja langkah yang dilakukan pengara Firman Wijaya untuk menemui kliennya, Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, yang kini mendekam  di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Sabtu (21/12). Dia tak berhasil bertemu dengan Atut, karena tak ada jam besuk.

Kepada ke pihak rutan, Firman berharap agar Atut bisa mendapatkan tempat yang lebih layak karena tengah dalam keadaan kurang sehat, baik fisik maupun psikis.

Firman mengatakan, pada prinsipnya Atut bisa menerima dirinya ditempatkan di Paviliun Cendana Blok C13 bersama 16 tahanan lain. Namun, Atut memerlukan tempat yang bisa diawasi secara medis.

“Kami berharap ada perawatan para medis,” tambahnya.

Firman menjelaskan, bahwa permintaan tempat dengan pengawasan medis itu untuk kepentingan fisik dan psikis Atut.

Meski begitu, Firman menyadari, pemilihan ruangan untuk Atut di dalam rutan menjadi kewenangan pihak KPK dan pihak rutan.

Seperti diberitakan, Atut tinggal bersama 16 tahanan lain di ruang seluas sekitar 4×6 meter persegi.

Di ruangan itu, Atut tinggal bersama tahanan kasus kriminal umum, seperti pencurian dan penipuan.

kinoy jackson