Uang Santunan Kecelakaan KA Harus Ditambah

Minggu, 15 Desember 2013

JAKARTA – Pemerintah diminta lebih serius dalam memberi santunan kepada korban kecelakaan kereta. Pasalnya, santunan yang diberikan kepada korban saat ini masih sangat kecil dan tidak layak. Adalah Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, yang mengatakan demikian.

“Harus diperbesar uang santunannya, Rp 85 juta seorang itu belum cukup, santunan harusnya bisa lebih manusiawi,” kata Tulus, kemarin, di Jakarta.

Seperti diberitakan, keluarga korban tragedi Bintaro II, diberi santunan sebesar Rp85 juta. Jumlah santunan itu berasal dari Jasa Raharja Rp 25 juta, dan Jasa Raharja Putera Rp60 juta.

Padahal di negara lain, angka santunan jauh lebih besar. Misalnya di Singapura, santunan kecelakaan diberikan kepada korban atau keluarga korban sebesar Rp 1,3 miliar.

Tulus menjelaskan, uang santunan yang besar, perlu diberikan kepada korban atau keluarga korban mengingat hampir seluruh korban kecelakaan merupakan kepala keluarga.

Fakta ini menunjukkan bahwa kecelakaan berpotensi menimbulkan keluarga miskin baru ketika kepala keluarga menjadi korbannya. Untuk kecelakaan kereta, Tulus mencatat, setiap tahunnya menimbulkan korban jiwa sebanyak 31.000 orang. Jumlah ini bisa saja bertambah jika infrastruktur tidak diperbaiki dan kesadaran masyarakat tidak ditingkatkan.

“Kereta seharusnya jadi tulang punggung transportasi, tapi ketika tidak dibenahi, maka publik akan tetap memilih kendaraan pribadi,” tegasnya.

kinoy jackson