Rhoma Irama Dianggap Tak Pantas Jadi Politisi

Minggu, 15 Desember 2013

JAKARTA – Belum lagi resmi menjadi capres Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Raja Dangdut, Rhoma Irama kembali mendapat cibiran. Kali ini pengamat politik Universitas Indonesia, Arbi Sanit, yang  mengatakan kalau Bang Haji hanya pantas sebagai penyanyi dangdut, bukan politisi.

“Apa alasannya orang milih dia (Rhoma)? Kecuali dia artis. Orang-orang itu saja yang milih dia. Ya pasti enggak akan menang,” kata Arbi, kemarin.

Menurutnya, rendahnya elektabilitas dan popularitas Rhoma sebagai calon presiden tergambar dari hasil sejumlah lembaga survei.

Diakuinya, Rhoma memang hebat di dunia keartisan. Namun di dunia politik, dia beruntung karena memiliki kedekatan dengan sejumlah tokoh atau pimpinan partai, sehingga dapat berinteraksi dengan masyarakat pada skala yang lebih besar.

Sementara itu menanggapi berbagai kritikan yang diarahkan kepada Rhoma Irama, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar mengatakan, semua serangan itu jsutru akan membuat Rhoma semakin kuat.

“Semakin Bang Haji Rhoma dihina, Insya Allah semakin kuat,” kata Muhaimin.

Muhaimin menegaskan, partainya ingin mengusung Rhoma sebagai capres lantaran yang bersangkutan tidak ambisius menjadi presiden. Lagu-lagu yang diciptakan selama ini, kata dia, mencerdaskan masyarakat. Rhoma juga dianggap memiliki rekam jejak yang bersih.

Muhaimin menyangsikan hasil survei berbagai lembaga survei selama ini yang menunjukkan elektabilitas Rhoma sebagai capres rendah atau nihil dukungan. Menurutnya, nama Rhoma sengaja tidak dimasukkan dalam survei.

Muhaimin bahkan menantang tokoh lain untuk membuktikan lebih banyak mana dipilih masyarakat.

“Bisa diadu, kita buka lapangan terbuka, bikin pengumuman Rhoma akan datang tanggal sekian, jam sekian. Banyakan mana yang datang,” tantang Muhaimin.

kinoy jackson