Capreskan Jokowi, Suara PDIP Melonjak Tajam

Kamis, 12 Desember 2013

JAKARTA – Hasil survei terkini Sugeng Sarjadi Syndicate (SSS) menyebutkan, suara yang diraih PDI Perjuangan akan melonjak tajan, jika partai moncong putih mengusung Joko Widodo sebagai capres pada pilpres 2014.

“Apabila PDI Perjuangan tidak mencalonkan Jokowi sebagai capres 2014 sebelum Pemilu Legislatif maka perolehan suaranya tidak optimal atau di bawah 20 persen,” kata Direktur Eksekutif SSS, Ari Nurcahyo.

“Jika PDI Perjuangan tidak mengajukan Jokowi maka perolehan suaranya 15,5 persen. Sedangkan apabila mencalonkan Jokowi menjadi capres, maka suara partai itu melonjak tajam menjadi 27,4 persen,” tambahnya.

Menurut survei ini juga, Aburizal Bakrie akan sulit memenangkan kontestasi apabila Jokowi dan Prabowo Subianto maju dalam Pilpres 2014.

“Selain itu, Partai Demokrat harus melakukan kerja keras dan membuat terobosan terhadap pelaksanaan konvensi agar elektabilitas maupun capresnya terdongkrak,” katanya.

SSS menyebutkan, apapun skenario pemilu 2014 seperti pemilu serentak, penghapusan Presidential Threshold (PT) dan penggunaan UU no 42 tahun 2008 tentang Pilpres, elektabilitas Jokowi dan PDI Perjuangan akan meningkat.

“Namun kondisi berbeda akan muncul apabila Jokowi tidak menjadi capres PDI Perjuangan. Tanpa Jokowi di Pilpres, suara Partai Gerindra akan meningkat.”

“Apabila Jokowi tidak dicalonkan dan UU no 42 tahun 2008 dijalankan maka suara Golkar akan naik namun belum bisa ditentukan capresnya,” kata Ari.

SSS juga meprediskikan ada enam parpol yang tidak lolos ambang batas parlemen atau Parlementary Treshold sebesar 3,5 persen.

“Partai-partai yang tidak lolos adalah Partai Nasional Demokrat (3,41 persen), PKS (3,15 persen), PAN (2,54 persen), Hanura (3,16 persen), PBB (0,87 persen), dan PKPI (0,29 persen),” tambah Ari.

PKS tidak lolos PT disebabkan penurunan drastis perolehan suaranya disebabkan kasus korupsi yang menjerat mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Selain itu menurut dia, Pemilu Raya digunakan partai itu untuk menaikkan elektabilitas PKS.

“Sementara PAN tidak lolos, karena kehilangan figur yang mampu menjadi penguat suara seperti Amien Rais.” tegasnya. (kinoy/terbit)

kinoy jackson