PPATK Diprediksikan Sulit Awasi Aliran Dana Kampanye

Senin, 9 Desember 2013

JAKARTA – Upaya Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk mengawasi aliran dana kampanye Pemilu 2014 diprediksikan tidak akan maksimal, karena tidak dapat memonitoring dana tunai mencurigakan yang beredar.  Demikian dikatakan pengamat Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi, Didik Supriyanto.

“Para caleg itu sudah pintar sekarang, kalau pun ada sumbangan-sumbangan masuk, ada dana-dana masuk, pasti tidak melalui lewat transfer, karena UU kita tidak mewajibkan,” kata Didik, Senin, di Jakarta.

Dikatakannya, banyak negara mewajibkan semua aktivitas kepentingan pemilu oleh caleg maupun partai wajib melalui rekening. Hal itu, menurut dia, apabila ada pihak yang menyumbang akan diberitahukan terkait transparansinya.

“Namun paling tidak itu (PPATK memonitoring dana kampanye) untuk mendeteksi sejauh mana dia memanfaatkan ruang-ruang untuk kepentingan kampanye,” tambahnya.

Dia menilai, selama ini pengelolaan dana kampanye parpol tidak transparan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

“Jangan sampai dana yang masuk ke caleg atau parpol berasal dari pengusaha gelap sehingga kebijakan yang dihasilkan tidak untuk kepentingan rakyat.”

“Kalau saya orang besar, punya bisnis banyak, untuk apa saya setor secara resmi (melalui rekening bank). Lebih baik saya titipkan pada beberapa orang dalam bentuk tunai karena akan lebih aman,” tukasnya.

Sebelumnya, PPATK akan mengawasi transaksi keuangan dalam pendanaan kampanye partai politik dan para calon legislatif yang akan bertarung dalam Pemilu 2014. Untuk itu PPATK meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) segera menyelesaikan peraturan pembatasan dana kampanye sebagai acuan.

PPATK menilai rekening para caleg perlu dibuka kepada publik untuk memastikan tidak adanya dana-dana mencurigakan dari para caleg kepada penyelenggara pemilu maupun para masyarakat pemilih.

kinoy jackson