Polri Tak Mau Polwan Jadi Seksi Karena Berjilbab

Senin, 2 Desember 2013

JAKARTA – Khawatir penampilan Polwan berjilbab menjadi seksi, Polri akhirnya menunda kebijakan penggunaan pakaian jilbab.

“Jangan sampai malah menggunakan jilbab lebih seksi Polwan itu. Kita akan melihat mana yang terbaik apakah dari Mekah atau dari Madinah nanti, kalau baju muslim dipakai dari atas sampai ke bawah, jangan sampai pakai celana ketat, bodinya masih kelihatan bentuknya, itu kan kurang etis, malah menimbulkan nafsu-nafsu yang kurang baik nanti. Risikonya di situ,”
Wakapolri, Komjen Pol Oegroseno, Senin, di Jakarta.

Dia menambahkan, sudah ada kebijakan lisan yang disampaikan Kapolri.
“Melihat situasi yang berkembang, saya harus mengamankan kebijakan itu,” tandasnya.

“Memakai jilbab itu ada yang model dari Aceh, model dari Medan, model dari Bengkulu, model dari Papua, sehingga tidak karuan. Untuk sementara ditunda sambil menunggu peraturan Kapolri bagaimana penggunaan jilbab sebenarnya,” imbuhnya.

Polri akan melihat penggunaan pakaian hijab Polwan di berbagai negara. Nanti akan diambil suatu kesimpulan bagaiman model dan warna pakaian hijab untuk Polwan di Indonesia.

“Nanti kita akan bentuk tim untuk ditugaskan melihat busana Polwan di Arab, Pakistan, Afganistan, Iran, Irak, Eropa, Amerika, Asia, dll,” jelasnya.

kinoy jackson