DPR Minta KPI Sikapi Maraknya Iklan Politik

Senin, 2 Desember 2013

JAKARTA – Ketua DPR RI, Marzuki Alie, meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memberikan perhatian serius terhadap semakin maraknya iklan politik di televisi. Apalagi ada beberapa di antaranya dianggap melanggar.

“Komisi I harus memanggil KPI dan juga Kominfo terkait pelanggaran ini. Kalau memang ada yang tidak beres, tentunya harus ada tindakan,” kata Marzuki Alie, Senin, di Jakarta.

Dia pun meminta KPI bergerak cepat dan bersikap. “Kalau KPI tidak bergerak cepat,  padahal sudah dibiayai negara untuk melakukan pengawasan, maka KPI tidak ada gunanya.”

“DPR bisa menegur KPI dan kalau tidak bergerak juga maka DPR berhak mengganti anggota-anggota KPI dan memilih serta mengangkat anggota-anggota yang baru,” katanya.

Sebelumnya, Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy mengingatkan KPI dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk lebih peduli terhadap maraknya iklan politik di televisi. Tayangan iklan politik di televisi yang semakin gencar mulai mengarah pada dominasi parpol tertentu.

Romahurmuziy mengatakan, KPU seharusnya lebih maksimal dalam mengontrol iklan parpol yang seenaknya saja muncul di sejumlah televisi swasta. PPP pun memiliki catatan tayangan iklan politik di sejumlah televisi yang terafiliasi ke parpol tertentu.