KPU Ajak Pemerintah Sosialisasikan Pemilu 2014

Kamis, 28 November 2013

JAKARTA – KPU memprediksikan partisipasi pemilih pada pemilu 2014 masih rendah. Oleh karenanya pemerintah diminta turun tangan untuk menjadikan pemilu mendatang sebagai pesta rakyat yang bakal dikenang dan menjadi perbincangan di ruang publik.

“Sekarang baik penyelenggara pemilu dan pemerintah sedang berusaha keras menyukseskan pemilu. Pemerintah bersepakat harus ada hak paksa kepada pemerintah. Pemerintah wajib membantu,” ujar Husni Kamil, Kamis, di Jakarta.

Husni mencontohkan perlunya partisipasi Pemerintah, misalnya dalam zonasi pemasangan alat peraga kampanye seperti spanduk dan baliho. Penertiban alat peraga yang tidak pada tempatnya, hanya mungkin diturunkan oleh uluran bantuan pemerintah daerah. Sehingga koordinasinya penting.

“Kami selalu ingatkan KPU kabupaten atau kota bisa koordinasi dengan pemda. Suatu kali saya pernah pergi ke daerah, keluar bandara masih ada baliho. Saya tanya KPU provinsi, kenapa tidak dicopot, katanya karena poisisinya tinggi, butuh crane untuk mencopotnya. Kalau tidak difasilitasi pemda maka tidak bisa,” katanya.

Namun, tak sedikit juga ada alat peraga kampanye yang sudah dicopot tapi dipasang lagi oleh partai politik atau calegnya. Karena itu, seorang pimpinan harus mencontohkan taat aturan.