Diboikot Wartawan, KPK Tak Ada Artinya

Selasa, 26 November 2013

JAKARTA – Aksi boikot wartawan terhadap KPK, mendapat perhatian khusus dari Partai NasDem. Partai pendatang baru pada pemilu 2014 ini menilai, tanpa wartawan, KPK tak ada artinya.

“Kita saat ini mulai kehilangan kepercayaan terhadap KPK.  KPK menyembunyikan fakta dari wartawan. Padahal kita semua tahu tanpa wartawan KPK itu tidak ada artinya,” ujar Wakil Ketua Badan Advoasi Hukum (BAHU) DPP Partai NasDem, Hermawi F. Taslim.

Seperti diberitakan, wartawan yang kesehariannya meliput di kantoir KPK, Senin, melakukan aksi boikot menyusul langkah diam-diam KPK memerikas Wapres Boediono di luar gedung KPK.

Taslim menilai kasus Century adalah konspirasi jahat ekonomi yang melibatkan pemerintah. Dengan memperlakukan tokoh-tokoh pemerintah yang memiliki keterlibatan dengan kasus ini secara istimewa dan berbeda dengan yang lain, terlihat bahwa KPK sedang merendahkan dirinya sendiri sebagai sebuah lembaga.

“Dengan datang ke kantor Wapres, KPK sudah melanggar asas equality before the law. Siapa pun dia, apapun jabatannya, kan itu konsekuensi dalam kehidupan bernegara. Dulu Gus Dur sembilan kali bolak-balik untuk diperiksa di Polda tidak ada masalah,” imbuh Taslim.

Dengan adanya kejadian ini, Taslim berharap KPK dapat segera mengoreksi kinerjanya dan tidak mengistimewakan satu tokoh dengan tokoh yang lain.

“KPK harus pro-yustisia. Semua harus diperlakukan wajar dan sama di hadapan hukum,” tegasnya.

kinoy jackson