Pemimpin Nasional Jangan Hanya Menang Popularitas

Senin, 25 November 2013

JAKARTA – Untuk menjadi pemimpin nasional, tidak cukup hanya bermodalkan popularitas, tetapi harus berkualitas dan mampu menyelesaikan berbagai persoalan bangsa. Adalah Ketua DPD RI, Irman Gusman, yang  mengatakan demikian, Senin, di Jakarta.

“Calon pemimpin nasional mendatang tidak cukup hanya populer karena sering tampil di media massa baik iklan maupun pemberitaan tapi harus memiliki kualitas dan karya nyata,” kata Irman Gusman.

Menurutnya, figur yang hanya populer karena iklan dan pemberitaan di media massa belum tentu memiliki rekam jejak yang baik dan karya nyata, melainkan hanya pencitraan.

Indonesia yang menghadapi tantangan ke depan baik dari dunia internasional maupun keanekaragaman daerah, tidak cukup hanya dipimpin oleh figur yang populer karena pencitraan.

Irman menilai calon pemimpin nasional ke depan paling tidak harus memiliki enam kriteria, antara lain visioner yakni memiliki visi, misi, dan program yang jelas.

Program apa saja yang akan dilakukan untuk membangun bangsa dan negara Indonesia menjadi lebih kompetitif di dunia internasional, bagaimana membangun sumber daya manusia Indonesia menjadi cerdas dan sejahtera serta dan bagaiamana mengelola sumber daya alam Indonesia untuk kekayaan dan kemakmuran seluas-luasnya bagi bangsa Indonesia.

Kriteria lainnya, adalah integritas dan rekam jejak yang baik, yakni seorang calon pemimpin nasional harus bersih dan bebas dari kasus korupsi maupun kasus hukum lainnya.

“Pemimpin nasional ke depan harus memahami persolan masyarakat di daerah dan mampu mengatasinya,” kata Irman.

kinoy jackson