Mengaku Dibenci AS dan Sekutunya

Yusril Pesimis Jadi Presiden RI

Minggu, 24 November 2013

JAKARTA – Kendati punya ambisi menduduki kursi RI-1, Ketua Dewan Syuro Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra pesimistis dapat terpilih menjadi Presiden RI pada Pemilu 2014.

“Australia benci saya, Singapura dan Amerika Serikat juga. Jadi enggak mungkinlah, lebih baik pilih orang tertentu yang bisa jadi boneka daripada Yusril,” kata Yusril, Minggu, di Jakarta.

Yang paling penting, Yusril juga pesimis kalau partainya bakal mendapat perolehan suara yang tinggi pada pemilu 2014. Ia mengakui pihaknya menemui kendala finansial untuk menjalankan roda partai.

“Kami bergerak seadanya, semampu kita bergerak,” ujar Yusril.

Secara tegas dia mengatakan, karier politiknya akan selesai bila PBB tidak dipilih masyarakat.

“Kalau tidak ada yang milih ya selesai, saya enggak tertarik jadi anggota partai lain, kalau PBB terkubur maka politik saya ikut (terkubur),” imbuhnya.

Yusril menegaskan dirinya tidak akan berpindah partai. Meskipun, banyak ditawari partai lain untuk menjadi anggotanya. “Saya nggak mau juga meskipun Priyo (Ketua DPP Golkar) bilang Golkar siapkan karpet kuning. Sekali Masyumi tetap Masyumi,” tegasnya.

kinoy jackson