Popularitas Konvensi Capres Demokrat Makin Turun

Jumat, 22 November 2013

JAKARTA – Ambisi Partai Demokrat untuk menaikkan popularitasnya dengan menggelar Konvensi Capres sepertinya bakal menuai tantangan berat. Pasalanya berdasarkan survei terkini yang dilakukan Indonesia Indicator (I2) terhadap 337 portal berita online, popularitas konvensi calon presiden yang digelar Partai Demokrat kian menurun.

Direktur Komunikasi Indonesia Indicator (I2), Rustika Herlambang, di Jakarta, Kamis, mengatakan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan secara real time selama tujuh hari kali 24 jam dengan menggunakan perangkat lunak crawler (robot), terbukti bahwa pemberitaan mengenai Konvensi Partai Demokrat terus mengalami penurunan.

“Awalnya pemberitaan mengenai Konvensi Demokrat pada April 2013 masih menunjukkan tren naik,” katanya.

Pada Juli lalu sekitar 2.000 pemberitaan menghiasi media massa soal tersebut. Puncaknya terjadi pada Agustus 2013.

“Selama bulan Agustus tercatat ada 4.000-an pemberitaan mengenai Konvensi. Tetapi setelah itu tren-nya terus mengalami penurunan,” tambahnya.

“Selama September ada sekitar 3.000 pemberitaan tentang konvensi. Namun pada Oktober, selama sebulan itu hanya tercatat 500 pemberitaan yang muncul sekitar Konvensi.”

“Di akhir bulan ini, sampai tanggal Rabu (20/11), baru ada sekitar 400 berita soal konvensi di media massa. Artinya, diprediksi kuat jumlah pemberitaan bulan ini akan lebih sedikit lagi. Padahal, Konvensi sendiri baru akan ditutup pada Mei 2014,” jelasnya.

Tika menilai, penurunan ekspos Konvensi itu seiring dengan penurunan ekspos Partai Demokrat di media massa, sementara di sisi lain ekspos Partai Demokrat dan kasus-kasus korupsi justru memperlihatkan kenaikan.

“Penolakan Jokowi, Mahfud MD dan Jusuf Kalla untuk ikut Konvensi Partai Demokrat, juga turut membuat melemahnya konvensi ini,” tegasnya.

kinoy jackson