KPK Minta Istri Anas Dicekal

Kamis, 21 November 2013

JAKARTA – Juru Bicara KPK, Johan Budi, membenarkan bila KPK telah mengajukan pencegahan bepergian ke luar negeri ke imigrasi untuk istri mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, Atthiyah Laila.

“KPK telah mengirimkan permintaan pencegahan kepada Imigrasi atas nama Atthiyah Laila, swasta. Sejak tanggal 20 November 2013 dan berlaku selama enam bulan,” kata Johan, Kamis, di Jakarta.

Johan menegaskan, pencegahan istri Anas ini dilakukan terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan sarana dan prasarana olahraga di Hambalang dengan Tersangka Machfud Suroso.

Sebelumnya diberitakan, Anas yang juga mantan anggota DPR RI, merupakan tersangka kasus dugaan korupsi terkait proyek Hambalang dan sejumlah proyek lainnya.

Pada 12 November 2013, penyidik KPK melakukan penggeledahan di rumah Anas, Duren Sawit, Jakarta Timur. Namun, sasaran penggeledehan itu adalah istri Anas.

Penggeledahan dilakukan untuk mencari barang bukti terkait pidana yang dilakukan tersangka kasus dugaan korupsi proyek Sport Center di Hambalang, Machfud Suroso.

Dari penggeledahan itu, KPK menyita uang Rp 1 miliar, paspor atas nama Atthiyah Laila, kartu anggota DPR dan MPR Anas Urbaningrum, dan lima telepon seluler termasuk merk BlackBerry milik Anas Urbaningrum.

Penyitaan paspor Atthiyah dilakukan karena KPK mendapatkan informasi, bahwa istri Anas tersebut pernah bepergian ke luar negeri bersama Direktur Utama PT Dutasari Citralaras, Machfud Suroso.

kinoy jackson