Jokowi Tak Nyapres, Ical-Prabowo Yang Beruntung

Kamis, 21 November 2013

JAKARTA – Elektabilitas Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) sepertinya tak terbantahkan. Dia selalu berada di posisi teratas untuk capres terpopuler. Namun jika mantan walikota Solo ini tak nyapres, maka yang beruntung adalah Aburizal Bakrie dan Prabowo.

“Siapapun lawan Jokowi dan berapapun lawannya, Jokowi selalu mendapat suara terbanyak. Bila Jokowi tidak maju maka Aburizal dan Prabowo akan mendapatkan keuntungan,” kata Direktur Indikator, Burhanudin Muhtadi, saat memaparkan hasil survei terkini lembaga surveinya, Kamis, di Jakarta.

“Untuk Aburizal Bakrie, bila Jokowi maju ia mendapatkan 13,2 persen, namun bila Jokowi tidak maju ia mendapat 23,8 persen. Untuk Prabowo bila Jokowi maju terdapat 17,5 persen, dan bila Jokowi tidak maju mendapat 29,1 persen,” tambahnya.

Untuk aurvei kali ini, Indikator mensurvei 1200 orang dan menanyakan jika pemilihan presiden digelar siapa tokoh yang akan dipilih, hasilnya sekitar 18 persen responden menyebut nama Jokowi.

Di belakang Jokowi mengikuti Prabowo Subianto 6,9 persen, Aburizal Bakrie 5,7 persen, Wiranto 4,2 persen, Susilo Bambang Yudoyono 2,7 persen, Megawati 2,3 persen, Jusuf Kalla 1,4 persen, 5,6 persen menyebut nama yang tidak populer dan 5,3 persen mengaku tidak tahu.

Namun saat responden ditanya bila Jokowi maju sebagai calon presiden, dan disodorkan sejumlah nama yang digadang-gadang maju sebagai presiden, ada 35,9 persen orang memilih. Diikuti 11,4 persen, Prabowo 11,4 persen, Wiranto 7,8 persen, Megawati 5,9 persen, Jusuf Kalla 3,9 persen, Mahfud MD 1,6 persen, Rhoma Irama 1,2 persen, Dahlan Iskan 1,0 persen, 3,2 persen menyebut nama yang kurang populer dan 16,6 responden mengaku tidak tahu.

kinoy jackson