Jelang Pemilu, BI Minta Publik Waspadai Uang Palsu

Kamis, 21 November 2013

JAKARTA – Menjelang Tahun Politik, Bank Indonesia meminta masyarakat untuk tetap mewaspadai peredaran uang palsu.

“Hingga Oktober 2013, peredaran uang palsu turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni tujuh uang pecahan dari satu juta lembar yang beredar di Indonesia,” kata Asisten Direktur/Kepala Tim Grup Kebijakan Pengedaran Uang Departemen Pengedaran Uang Bank Indonesia, Sithowati Sandrarini, Kamis, di Jakarta.

Meski tidak ada kaitan jumlah peredaran uang palsu dengan adanya agenda politik, kata dia, masyarakat diminta untuk tetap mewaspadainya.

Uang palsu yang beredar di tengah masyarakat, dalam tiga tahun terakhir trennya terus menurun.

Pada tahun 2010, uang palsu yang beredar sebanyak 20 uang pecahan dari satu juta lembar yang beredar. Pada tahun 2011, yakni 11 uang pecahan dari satu juta lembar uang beredar.

Pada tahun 2012, uang palsu yang beredar sebesar delapan uang pecahan dari satu juta lembar yang beredar.

Sithowati mengatakan lebih lanjut, kendati peredaran uang palsu turun, bukan berarti kewaspadaan terhadap tindak pidana tersebut rendah. Oleh karena itu, perlu upaya semua pihak untuk meminimalkan peredaran uang palsu tersebut.

“Aparat hukum harus dapat menangkap dan mengungkap peredaran uang palsu dengan hukuman berat baik pidana maupun denda sehingga tidak merugikan masyarakat,” tambahnya.

Upaya lainnya, menurut dia, berupa sosialisasi 3D (dilihat, diraba, diterawang) sehingga masyarakat mengetahui uang itu palsu atau tidak.

kinoy jackson