Penalti Defoe Buat Sejarah

Minggu, 10 November 2013

LONDON– Penalti pemain berdarah St Lucia dan Dominica, Jermain Colin Defoe tidak hanya sekedar meloloskan Tottenham Hotspur (Inggris) ke fase gugur Liga Europa musim ini tetapi juga memecahkan rekor gol Eropa.

Gol yang dihasilkan pemain kelahiran 7 Oktober 1982 itu dari titik putih menit ke-67 saat menjamu Sheriff Tiraspol (Moldova) pada lanjutan penyisihan grup K Liga Eorupa di Stadion White Hart Lane, Kamis (7/11) malam atau Jumat dinihari-WIB membuat dia membukukan liga gol dan total membukukan 23 gol Eropa, satu gol lebih banyak dari torehan mantan pemain nasional Inggris, Martin Chivers.

Dalam pertandingan itu, Hotspur menang 2-1 (0-0). Hotspur lebih dahulu unggul 2-0. Gol pertama wakil Inggris ini di cetak Erik Manuel Lamela menit ke-60. Ini merupakan gol pertama Lamela yang dibeli Hotspur dari AS Roma dengan bayaran 30 juta pounds dan ini merupakan gol pertama pemain kelahiran Argentina kelahiran Florida (AS), 25 Maret 1992.

Tujuh menit kemudian, Defoe memperbesar kemenangan tim asuhan pelatih asal Portugal, Andre Villas Boas itu dari titik putih akibat barisan belakang tim tamu melakukan pelanggaran di kotak terlarang. Gol yang memperkecil kekalahan Sheriff Tiraspol dihasilkan gelandang menyerang asal Brasil, Ismail Isa beberapa kemudian.

Pada pertandingan lainnya di grup K, tuan rumah Norwegia Tromso (Norwegia) gagal meraih angka penuh. Walau bermain di depan para pendukungnya, Tromso harus mengakui keunggulan Anzhi Makhachkala (Rusia) 0-1 (0-0). Gol tunggal kemenangan wakil negeri Beruang Merah itu dicetak Mkrtchyan saat injuri time.
Dengan hasil kedua pertandingan itu, Spurs masih menempati posisi teratas di grup dengan raihan sempurna yaitu 12 poin hasil empat kali bertanding. Sedangkan Sheriff ada di peringkat ketiga di bawah Anzhi dengan dua poin.

Kuasai Permainan

Bermain di depan pendukungnya, Hotspur lebih banyak menguasai permainan. Peluang pertama Spurs tercipta di menit ketujuh. Aksi individu Moussa Dembele diakhiri dengan sepakan kaki kanan mendatar ke arah tiang dekat. Namun, bola diteruskan ke luar lapangan segingga menghasilkan sepak pojok buat Hotspur.
Serangan berbahaya dilakukan Sheriff di menit ke-24. Dari counter attack, Richardinho menusuk pertahan Spurs sebelum memberi umpan pendek kepada Ismail Isa. Isa lantas melepaskan sepakan yang membentur tiang.

Semenit kemudian, Sheriff hampir membuka gol. Diawali dari kesalahan Christian Eriksen yang memberikan bola kepada Ricardinho. Beruntung, bola sepakan Ricardinho melebar.

Beberepa menit kemudian, Defoe membuang peluang menciptakan gol. Menerima umpan matang dari sayap kanan, bola yang jatuh di depan gawang gagal diteruskan Defoe karena tendangannya meleset.
Gol yang ditunggu-tunggu Spurs akhirnya tercipta. Di menit ke-60, Erik Lamela membuka keunggulan Spurs setelah tembakannya melewati Tomic. Tottemham memimpin 1-0.

Cuma tujuh menit dibutuhkan Spurs untuk menambah golnya. Pelanggaran terhadap Lamela di kotak membuat wasit tak ragu menunjuk titik putih. Defoe maju sebagai algojo dan sukses mengirim bola ke atas jala Sheriff untuk unggul 2-0.

Di menit ke-72, Sheriff menipiskan skor lewat Isa. Berawal dari sepakan Cadu yang dimentahkan Brad Friedel, bola liar diteruskan Isa dengan tendangan voli yang kali ini tidak bisa dihentikan kiper veteran itu. Skor 1-2. Di sisa waktu yang ada, tidak ada gol tambahan yang berhasil diciptakan. Tottenham berhak atas kemenangan 2-1 atas Sheriff.

Tottenham Hotspur: Friedel, Walker, Kaboul, Vertonghen, Naughton, Capoue/Paulinho, Dembele, Lamela, Eriksen/Holtby, Sidgursson/Kane, Defoe. Sheriff: Tomic, Balima, Samardzic, Metoua, Djibril Paye, Stanojevic, Cadu/Pascenco, Moyal, Ricardinho, Isa, Luvannor/Jhuliam.

Baca Juga