Prabowo Subianto

Prabowo , Calon Presiden Terkuat

Kamis, 7 November 2013

DEKANDIDAT.COM – Hasil survei Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) menyatakan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadi bakal calon presiden terkuat dalam pemilihan presiden 2014 dibandingkan calon lainnya seperti Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Hal itu merupakan paparan hasil survei yang dilakukan SSS terhadap 2192 responden di 33 provinsi mencakup 163 kabupaten dan kota, beberapa waktu lalu.

“Ketika ditanya siapa capres untuk mewujudkan kepemimpinan yang baik, ternyata 565 responden atau 25,8 persen dari mereka menginginkan Prabowo Subianto,” kata Koordinator Survei Pemetaan Capres 2014, Muhammad Dahlan saat memaparkan hasil surveinya.

Megawati Soekarnoputri berada diurutan kedua dengan perolehan sebanyak 490 responden atau 22,4 persen. Figur lain yang juga mendapat dukungan publik adalah Jusuf Kalla sebanyak 320 responden atau 14,9 persen, Ketum Partai Golkar Aburizal Bakrie sebanyak 232 responden atau 10,6 persen, Surya Paloh sebanyak 114 responden atau 5,2 persen, Wiranto (4,5 persen).

Selain itu, Sultan Hamengku Buwono X (3,7 persen), Hatta Rajasa (2,1 persen), Sri Mulyani (2,1 persen), Hidayat Nurwahid (1,8 persen ), Ani Yudhoyono (1,8 persen), Akbar Tanjung (1,3 persen), Djoko Suyanto (1 persen), dan Pramono Edhie Wibowo (0,9 persen).

Alasan responden memilih bakal capres tersebut, kata dia, karena capres itu tegas (22,1 persen), prorakyat sebanyak 14,3 persen, jujur 14,1 persen, kemampuan memimpin 13,6 persen, dan cerdas sebanyak 12,2 persen.

Bila dilihat dari sebaran dukungan terhadap figur capres berdasarkan pulau, Prabowo kuat di Pulau Jawa (28,4 persen), Sumatera (Prabowo diurutan kedua setelah Megawati sebanyak 20,9 persen), Kalimantan (20,2 persen), Sulawesi (Prabowo berada diurutan kedua setelah Jusuf Kalla, yakni 25,9 persen), Nusa Tenggara (Bali, NTT dan NTB) sebanyak 28,1 persen serta Papua (Prabowo diurutan kedua setelah Jusuf Kalla sebanyak 16,9 persen).Megawati kuat di Sumatera dengan jumlah 23,6 persen, di Pulau Jawa sebanyak 26,1 persen (urutan kedua setelah Prabowo), Bali dan Nusa Tenggara (NTT dan NTB) sebanyak 18,2 persen (urutan kedua setelah Prabowo). Sementara Jusuf Kalla paling kuat di Sulawesi dengan jumlah 45,1 persen, Kalimantan sebanyak 16,3 persen (urutan kedua setelah Prabowo), Maluku dan Papua sebanyak 27,1 persen.

Amanah

Pada Deklarasi yang disampaikan oleh ratusan orang dalam Kesatuan Aksi Pendukung Prabowo untuk Indonesia satu (KAPPI-1) yang meminta kesediaan Prabowo secara resmi untuk menjadi calon presiden dalam Pilpres 2014, lantaran merupakan figur yang banyak berjuang demi rakyat, di Jakarta beberapa waktu lalu, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan tegas meyatakan kesediaannya menjadi calon Presiden RI untuk Pilpres 2014, karena dianggap sebagai amanah . “Sebagai prajurit saya menerima amanah saudara-saudara untuk menggemban tugas memajukan bangsa ini,” katanya.

Dalam Pertemuan mantan Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI) 66 yang diikuti oleh perwakilan mantan KAPPI angkatan 1966 di seluruh Indonesiaotu, Prabowo mengaku sebenarnya ingin istirahat dari kiprahnya pada dunia politik saat ini.

“Tetapi saya geram melihat kondisi saat ini. Karena itu saya menerima amanah saudara-saudara sekalian,” kata Prabowo yang juga Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) itu.

Mantan Panglima Kostrad itu juga menyatakan akan menjadikan dirinya sebagai alat untuk melakukan perubahan tetapi bukan sebagai majikan, bukan sebagai pemimpin bukan sebagai raja.

Sementara itu, Ketua KAPPI Bambang Heryanto mengatakan bahwa Prabowo banyak melakukan perubahan. Dan pencalonan Prabowo itu, sejalan dengan semangat tiga tuntutan rakyat yang pernah didengungkan oleh KAPPI 66 yang masih relevan, terutama butir tuntutan menurunkan harga yang direalisasikan dengan tuntutan kesejahteraan rakyat.

“Saat ini, kita melihat kesejahteraan rakyat masih jauh dari kenyataan. Dan, kesejahteraan akan terealisasi melalui kepemimpinan yang tegas dan punya visi yang ada pada figur Prabowo Subianto,” katanya.

Gaya Kepemimpinan

Sementara itu, Survei Indonesia network election survei (Ines) menyatakan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto merupakan tokoh yang dianggap paling punya gaya kepemimpinan yang dinginkan masyarakat dengan tingkat kesukaan sebesar 98,7 persen.

Prabowo Subianto disebutkan memiliki gaya kepemimpinan tegas, jujur, tidak peragu, bersih dari korupsi, serta berpihak pada rakyat kecil. Bahan Direktur Data Ines, Sutisna, saat memaparkan hasil surveinya, di Jakarta, beberapa waktu lalu, di antaranya mengatakan Prabowo menempati urutan tertinggi dalam hal tokoh yang memiliki gaya kepemimpinan yang diinginkan masyarakat. Disusul Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri (96,9 persen), Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (95,2 persen), dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (93,7 persen).

Dalam survei ini, sampling frame adalah warga negara Indonesia yang sudah memiliki hak pilih pada saat Pemilu 2014. Sampel yang diambil sebanyak 8280 responden di 33 provinsi dengan margin of eror sekitar 1,1 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Pelaksanaan survei dilakukan pada 16 Agustus hingga 30 Agustus 2013 dan pengumpulan data dengan metode tatap muka langsung menggunakan kuisioner sebagai instrumen pengumpulan informasi.

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto.Kesiapan Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto untuk dicalonkan menjadi presiden, juga dinyatakannya ketika Prabowo usai melantik pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Nusa Tenggara Timur di Kupang.

“Insyah Allah saya siap…kalau rakyat menghendaki saya untuk menjadi presiden,” kata Prabowo, setelah menerima pernyataan dukungan dari para pengurus dan simpatisan Partai Gerindra NTT untuk menjadi calon presiden pada Pilpres 2014.

Prabowo Subianto Djojohadikusumo lahir di Jakarta, 17 Oktober 1951 selain dikenal sebagai politisi juga seorang pengusaha. Prabowo adalah calon presiden dalam pemilu presiden Republik Indonesia 2009 dari Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA). Karena perolehan suara Partai Gerindra kurang dari 20 persen, Prabowo maju sebagai calon wakil presiden Megawati Soekarnoputri.